NASEHAT DARI AYAM

Dalam kehidupan masyarakat di Negeri Antaberantah sebagaian besar masyarakat disana memegang teguh sebuah pepatah yang dalam Bahasa Jawa “Kathok Bedah ora iso ndondomi artinya iso kojah ora iso ngelakoni” Atau kalau dalam Bahasa Indonesia Bisa dipakai pepatah “Ada Gajah Mandi di Sungai artinya Bisa berkhotbah tapi nggak bisa menjalani”, Dua Pepatah ini mempunyai arti yang sama yaitu : Hanya bisa memberi Nasehat tapi tidak bisa mempraktekkan dalam kehidupannya sendiri.

Pepatah diatas Laksana Pepatah Emas, dan hidup dalam hati serta Pikiran mereka, Jika ada orang yang telah berbuat dosa atau salah, Maka baginya nasehat yang keluar dari orang itu tidak akan didengarkan, biasanya mereka akan bilang ” Omong aja lu pinter kelakuan bejat nggak ketulungan” atau mereka bisa juga bilang ” Benahi dulu kelakuan ente, asal loe tau ente tak lebih baik dari gue, gitu loh” hehehe……

Manusia itu tempatnya salah dan Dosa, mana ada Manusia yang tidak pernah berbuat salah ? …Jika Nasehat yang kita dengar hanya dari orang-orang yang tidak pernah berbuat salah, berarti seumur hidup kita nggak akan pernah bisa mendapatkan nasehat itu, sebab pada dasarnya semua orang pernah berbuat salah.

Ada pepatah bijak yang mengatakan “Jangan kamu lihat siapa yang mengatakan tapi Lihatlah apa yang dia katakan” artinya memang nasehat bisa datang dari mana saja dan dari siapa saja, bisa orang tua, sahabat, anak kecil, orang baik, orang bodoh bahkan dari Hewan sekalipun, Mari Kita Belajar Mengambil Nasehat dari Hewan AYAM :

Ayam adalah binatang / hewan jika dibandingkan Manusia, tentu Manusia Lebih mulia dibandingkan Ayam, Yang keluar dari Dubur Ayam itu ada 2 (dua) Kalau tidak Kotoran berarti Telor, Artinya Apa Meskipun TELOR itu Keluar dari Dubur Ayam (hewan) kalau memang bisa bermanfaat ya kita Ambil, Tapi kalau yang keluar dari Dubur ayam itu Kotoran ya kita buang. ( hehehe….nggak ada yg doyan …)

Nasehat Juga demikian, jangan dilihat itu datangnya dari siapa, tapi lihat apa yang dia katakan, JIka kita punya prinsip “BIsa berkhotbah tapi nggak bisa menjalani” maka sesungguh Hati dan Pikiran kita telah tertutup Oleh Nasehat, Belajarlah dari AYam Tadi, Jika Kita bisa Membandingkan mana Telor mana Kotoran, kenapa kita tidak bisa membandingkan mana itu nasehat dan mana yang tidak, tanpa harus melihat latar belakang sang pemberi nasehat.

@pantai gading

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: