RENUNGAN: BELAJAR DARI BUAH

Manusia tak ubahnya seperti buah, yang terdiri atas dua hal yaitu kulit (penampilan luar) dan isi (Prilaku dan kepribadian), dua duanya mempunyai peran yang sangat penting, kulit tanpa isi tak ada gunanya begitu juga isi tanpa kulit juga tidak ada faedahnya.

Coba kalau misal kita melihat buah pisang dijalan tapi cuma kulitnya saja hhehe…jadi sampah kan ? atau sebaliknya kita melihat buah pisang dijalan tapi isinya saja tanpa ada kulitnya hehe….sampah juga namanya. tapi jika kita melihat buah pisang yang kulitnya masih bagus dan juga ada isinya, pasti orang masih sudi untuk mengambilnya.

Kita juga demikian, menjaga penampilan perlu tapi menjaga akhlak dan budi pekerti kita juga penting, jika ada orang yang pribadinya baguss banget tapi jarang mandi, badannya bau, penampilannya jorok, hehehehe…pasti orang juga enggan untuk menjadikan pasangan hidup, atau sebaliknya orangnya cakep nih….bodinya aduhai heehe….tapi blagu, nggak begitu cerdas, jahat, judes, culas, dan akhlaknya jelek, hehe….yang mau nikahin juga mikir, paling juga dipacarin saja.

Sama kayak buah, kalau kulitnya bagus tapi isinya busuk ya mana ada yang mau, sebaliknya kulitnya rusak tapi isinya masih bagus orang juga akan mikir dua kali lipat untuk mengambilnya soalnya takut ada ulet-nya didalam buah tadi. malah kebanyakan kalau kilitnya rusak isinya juga ikutan rusak hehehe….itu kalau buah loh.

Akan tetapi seburuk-buruknya manusia tetep saja ada sisi baiknya, laksana buah yang sebagian kulit dan isinya rusak karena dimakan kelelawar, nah  dalam kondisi ini orang masih sudi untuk mengambilnya dengan membersihkan sebagian kulit dan isi dari buah yang rusak tadi. meskipun itu buah dipinggir jalan, atau orang yang tercampakkan hidupnya dijalalan, asal masih ada kulit dan isi, orang masih sudi untuk mengambilnya tapi kalau cuma isi saja dan itu dipinggir jalan, pasti orang akan enggan mengambilnya.

Orang yang jatuh dari komunitasnya, ibarat buah mangga yang jatuh dari pohonnya, buah ini juga jatuh dari komunitas buah yang ada diatas pohon, namun jika buah itu masih punya kulit yang bagus dan isi yang sudah masak pasti akan diambil orang, Jika kita merasa telah jatuh dari komunitas kita, asal kita masih punya pribadi yang baik dan berusaha menjadi orang yang baik, pasti kita tidak akan kehilangan harga diri kita🙂

@gading pantai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: