BELAJAR DARI TUKANG PARKIR

Sosok Tukang Parkir mungkin kita sudah mengenal semua, mereka biasanya ada di pusat-pusat perbelanjaan ataupun dipinggir jalan, namun jika kita cermati ada hal yang menarik pada sosok tukang parkir ini, tentu apabila kita hubungkan dengan keikhlasan kita dalam menyikapi harta atupun sesuatu yang kita cintai.

Pertama Tukang parkir nggak pernah sombong meskipun mobil dan motornya banyak, kenapa bisa begitu ? karena tukang parkir tau bahwa semua itu cuma titipan, apa yang bisa disombongkan, apa yang harus dibanggakan dari sebuah titipan ?

Seharusnyalah kita belajar dari tukang parkir ini, bahwa semua yang kita miliki adalah titipan dari Tuhan, malu rasanya kalau kita ini sombong dengan barang titipan itu. malu rasanya kalu kita membangga-banggakan harta kita, padahal itu cuma titipan Tuhan dan sewaktu-waktu bisa diambil, termasuk nyawa ini.

Kedua Tukang Parkir nggak pernah marah, bersedih, sakit hati atau meratap jika titipannya diambil oleh yang punya, sebab Tukang Parkir sadar bahwa itu bukan miliknya, tukang Parkir tau bahwa Titipan ini suatu saat pasti akan diambil oleh Pemiliknya, makanya dia diam dan mempersilahkannya.

Kita seharusnya belajar dari Tukang Parkir ini, JIka harta kita diambil oleh TUhan, anak istri, suami, saudara diambil oleh Tuhan, harusnya kita juga nggak perlu meratap berlebihan, sedih itu manusiawi akan tetapi kita tetep harus ikhlas  dan sadar bahwa itu memang titipan dari Tuhan dan apabila Tuhan hendak mengambil ya silahkan.

Semoga membawa manfaat bagi yang membacanya, mohon maaf jika ada kekurangan.

@gading pantai…..baca juga Artikel lain pada kategori NASEHAT DAN RENUNGAN

Satu Tanggapan

  1. Ngambilnya kok cuma dari 2 sisi. he2x. Namanya jg brg org mbak apanya yg disombongin? klo menurutku mlh ga setuju lha yo pak jukir nya kan dpt uang,bs senyum lah walau diambil. Mlh bnyk jg jukir yg korupsi, nilep karcis. Apa kata dunia. Jukir tuh bukti korupsi kalangan bwah. Hny sbgian kecil jukir yg jujur dan ikhlas. Klo menurutku lbh baik percontohan nya dgnti dgn “tukang penitipan brg di swalayan” lbh nunjkin ikhls tnpa menuntut bayaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: