CORETAN ANAK YATIM

Tuhan….

Kenapa ayahku engkau panggil begitu cepat, dan kenapa engkau biarkan Ibuku dalam kemiskinan ?

Tuhan…

Aku tau saat pagi buta, ibuku meninggalkanku untuk menawarkan diri menjadi buruh masak bagi tetangga yang memerlukan, dan ketika siang Ibuku datang dengan sebungkus nasi untuk sarapan buat saya.

Tuhan…

Ketika siang Ibuku juga pergi meninggalkan saya untuk menjadi buruh cuci, supaya sore dan malam nanti ada makanan buat menghantarkan mimpi kami berdua.

Tuhan…

Saya tau Ibuku letih, tapi Ibuku senantiasa membelaiku dan bercerita kepadaku tentang kebahagiaan tentang masa depan yang indah, tak sekalipun pernah keluar dari bibir ibuku keluh kesah.

Tuhan…

Aku tau Ibuku tak bisa memberikan pendidikan yang baik kepadaku, aku tak berani meminta apa-apa kepada ibuku Tuhan, aku hanya ingin engkau memberikan kebahagiaan kepada Ibuku

Tuhan….

Benarkah Jika orang tua kaya anak bagaikan raja, minta apapun dibelikan, sekolah keluar negerti dituruti, tapi apakah juga benar Tuhan, jika anak yang kaya orang tua tak ubahnya pembantu, disuruh masak, nyuci pakaian, bersih-bersih rumah dan menjaga cucunya ??. semoga itu cuma cerita ya Tuhan..

Tuhan….

Telah banyak air mata ibuku yang tertumpah buatku, ketika ibuku hamil muda ibu tak doyan makan, ketika melahirkan ibu pertarukan nyawa, ketika aku sakit ibuku merawat serta menitihkan air mata, disaat aku jatuh dan luka ibu yang menjadi penyembuh luka hati saya, dengan menghiburku dengan mengobati lukaku dengan ciuman dikeningku.

Tuhan…

Ijinkan saya merawat ibuku kelak ketika tua nanti, ijinkan saya menitihkan air mata buat ibuku, ijinkan saya menafkahi ibuku tanpa ada keluhan sedikitpun dari mulutku.

Tuhan…

Adakah didunia ini yang sepadan dengan pengorbanan seorang Ibu, dengan apa air susu ibu bisa saya balas, dengan apa pengorbanan dan belaian kasih sayang ibu bisa saya bandingkan, sungguh tak satupun didunia ini yang dapat menggantikan pengorbanan seorang Ibu.

Tuhan….

Sayangilah ibuku sebagaimana beliau menyanyangi aku diwaktu kecil, biarlah Tuhan tulisan ini saya bakar, karena saya takut Ibuku membacanya dan sedih, biarlah hanya Engkau dan aku saja Tuhan yang tau, semoga kelak Engkau jadikan aku anak yang berbakti. Amin….

@ gading pantai ……. ketika teringat Ibu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: