RENUNGAN: PADI DAN RUMPUT

Seorang Pemuda kota datang kesebuah Desa, maklum namanya juga orang kota, dia sangat kagum dengan keindahan panorama pedesaan, hamparan sawah dengan tanaman padi yang menghijau diatasnya terlihat tipis kabut berarak, hal seperti ini tentu tak akan pernah dilihat ketika dia berada di kota.

Dia melihat Para petani mulai terjun kesawahnya ( Bukan terjun kayak dari pesawat terbang loh ya hehe..) Laki-laki dan perempuan, dalam hatinya bertanya apa yang mereka lakukan ?  bukankah Padi telah tumbuh subur dan menghijau, karena penasaran kemudia ia mendekati Pak Tani lalu bertanya :

Orang Kota : LOh Pak sedang ngapain….bukankah tanaman Bapak sudah nampak hijau dan subur ?

Pak Tani     : Ini saya sedang nyabutin rumput Mas……

Orang Kota : Emangnya Rumput itu Bapak tanam atau tumbuh sendiri ?

Pak Tani : Rumput ini Tumbuh sendiri mas, makanya saya cabutin biar tidak mengganggu padi saya

Orang kota : Dampaknya apa sih pak ?

Pak Tani   : Wah …kalau ngk dicabutin saya bisa gagal panen mas, bisa rusak padi saya..

Orang kota : owwwwwwwww…………sambil mlongo hehehehe….

Dari dialog diatas dapat disimpulkan bahwa Orang yang tanam Padi bisa tumbuh rumput, tapi kalau orang tanam rumput jangan harap bisa tumbuh padi,  artinya bahwa jika kita beramal kebaikan, hal yang buruk-buruk bisa muncul dalam diri kita, contoh ada pembangunan rumah ibadah, lalu kita dimintai sumbangan, nah ketika kita berada di area pembangunan itu lalu kita bilang “kalau kemarin saya nggak nyumbang semen kayaknya bata ini belom naik ” hahahaha…sombongnya muncul…atau bisa juga dia cerita “wah….kalau bukan saya……..kalau bukan saya…..kalau bukan saya…….”  ini rumput yg namanya somobong

Contoh lagi misal kita diundang untuk memberikan sambutan dalam sebuah acara, tujuannya baik untuk memotivasi orang yang mendengar, tapi karena ingin dibilang pinter….pidatonya pake bahasa Asing ehehhee….jadinya orang yang sdh tua-tua dan anak-anak kecil pada mlongo semua karena nggak ngerti hehehehe……jadi perbuatan baik yang kita lakukan jadi rusak karena itu tadi, ingin dupuji, sombong dll.

Oleh karena jika kita telah menanam kebaikan hendaknya bisa ikhlas, kita harus bisa mencabut rumput-rumput yang ada dalam hati dan pikiran kita, supaya tidak merusak amal kebaikan yang telah kita perbuat tadi, contohlah kalau kita sedang buang air besar, meskipun yang kita makan itu makanan yang super enak dengan harga super mahal, kita nggak pernah nengokin warnanya, besarnya hehe… kita itu ikhlas banget kalau buang hajat hehehehe…….emang pernah ada yang buang hajat nyesel ” duh semalam saya makan istimewa banget, bikinan orang tercinta dihari yang special pula…..duh sayang banget nih kalau saya buang ”  hahahahaha…….Cobalah dalam beramal kita tiru keihlasannya laksana kita buang hajat .

Semoga bermanfaat mohon maaf jika ada tulisan yang salah

@gading pantai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: