PENGEMIS DAN PENGAMEN

Malam itu disebuah cafe tenda memang nampak sangat ramai pengunjung, puluhan cafe tenda lain yang berjajar terlihat juga demikian. mungkin karena  cuaca yang cerah dengan sedikit sinar rembulan membuat warga kota ingin makan malam diluar rumah.

Dalam keramaian tak lengkap jika tidak ada Pengamen dan pengemis, terlihat para pengamen sedang beraksi menyanyikan lagu demi lagu, meskipun tak pernah tuntas lagu yang dinyanyikan, namun hampir setiap pengunjung memberikan uang recehan kepada pengamen tadi, ada juga pengunjung yang memberikan sebatang rokok sebagai ganti uang receh yang tidak dia miliki, sunggu luar biasa……

Disi lain nampak seorang Kakek yang sedang menuntun istrinya,yang jalannya sudah tertatih-tatih, kakek dan nenek ini juga ingin berburu rizki seperti pengamen tadi, jika nasib baik, dia akan tenang sebab jatah makan malam dan sarapan pagi esok hari akan dia dapat. Namun malang tak dapat ditolak, untung tak dapat dia raih, setiap kali kakek dan nenek ini menengadahkan tangganya untuk meminta, hanya satu dua orang yang memberinya, merekapun berkeliling untuk meminta kepada yang lain, namun hasilnya juga sama saja.

Mereka mengatakan, bahwa kakek dan nenek  ini adalah pengemis yang terorganisir, untuk apa diberi, mereka punya boss, dan setiap hari harus setor dari hasil uang mengemis ini, Mungkin pengunjung ini benar, Tapi mana mau kakek dan nenek ini jadi pengemis jika mereka mampu untuk mencari nafkah dengan cara yang lain, Lihatlah kakek ini berusaha untuk menjadi suami yang baik buat istrinya, meskipun menjadi pengemis asal bisa makan, mereka sudah bahagia, mereka tak ingin baju bagus, mereka tak ingin rumah mewah, yang dia inginkan adalah esok bisa makan untuk menyambung nyawa.

Lihatlah ketaatan nenek ini pada suaminya, dia rela mendampingi suaminya dalam bentuk apapun, suka maupun duka, dia rela mendampingi suaminya untuk menjadi pengemis, kebahagiaan nenek ini adalah suaminya, dan senyum kakek ini adalah istrinya, sungguh hebat para pengunjung ini dengan mebiarkan kakek dan nenek ini menderita, denga aroma makanan yang telah mereka makan, sedangkan kakek dan nenek ini hanya bisa menelan ludah, mereka memenuhi perutnya dengan makanan yang mahal, sedangkan kakek dan nenek ini hanya bisa membasahi perutnya dengan air liur.

Siapakah para pengunjung ini ? apakah mereka adalah orang-orang yang tau kalau hari tuanya akan tetap bahagia ? bagaimana kalau Tuhan membalik kehidupan mereka, disaat mereka tua nanti menjadi pengemis, bagaimana perasaan hati mereka ketika mereka meminta-minta tapi tak satupun ada yang memberinya ? sakitkah hati mereka? ….

Kita tidak akan jatuh miskin dengan bersedekah 1000 rupiah tiap hari, tak jarang pengemis yang kita beri uang senantiasa keluar doa yang bagus dari bibirnya. jika ingin bersedekah, dan bersedekahlah terutama pada Anak yatim, Fakir dan Miskin,  karena bukan manusia yang akan menilai niat anda melainkan Tuhan yang memberikan nilai keihklasan anda.

@gading pantai…..mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: