RENUNGAN: COBAAN MENCARI HARTA

Setiap kita tentu ingin hidup serba kecukupan, akan tetapi kenyataan hidup kadang berbeda dengan impian, harapan dan cita-cita kita.

Besarnya kebutuhan dan tuntutan hidup sering membuat kita lupa dengan menghalalkan segala cara supaya bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, berikut ini adalah contoh beberapa cobaan harta

1. MENCARI DENGAN CARA YANG HARAM : karena ingin cepat kaya sehingga mengambil jalan pintas, mulai dari mencuri, merampok, menipu, menjadi makelar kasus, korupsi dan lain-lain hehe…., ini salah satu contoh orang yang tak tahan dengan godaan harta

2. PELIT, MEDHIT, BAKHIL, KIKIR : Orang kikir jangan coba-coba anda mintai sumbangan, karena pintu gerbang rumahnya nggak akan pernah kebuka meskipun kita teriak-teriak sampe suara kita habis, karena dia tau bahwa kedatangan kita akan minta sumbangan hehehehe…, nah pelit ini juga termasuk godaan bagi mereka yang mempunyai harta.

3. SOMBONG : Dulu waktu miskin, wah ramahnya minta ampun, sering bergaul dengan tetangga, akan tetapi giliran punya harta, waah.. rumah dibangun dengan pagar setinggi-tingginya, keluar rumah kalau ada keperluan saja, dengan tetangga sudah tidak mau tau lagi, ketemu tetangga yang dulu ramah waktu masih naik motor giliran naik mobil sudah tidak tegur sapa, bahkan membunyikan klakson saja tidak, suka pamer, bergaul juga pilih-pilih kalau tidak selevel minggir hahahaha….. Harta bisa menjadikan orang sombong dan itu termasuk godaan memiliki harta.

4. TIDAK SIAP MISKIN : Orang yang terbiasa hidup serba berkecukupan bisanya tidak siap jika jatuh miskin, misalnya nih..Waktu kaya dari hasil korupsi, abis gitu pelit, terus sombong lalu jatuh miskin wuuuiiiiii….kasian banget tuh orang, makanya banyak orang yang kaya terus bangkrut menjadi stres, gila, gantung diri, jantungan dll, orang biasanya sangat siap untuk kaya, tapi tidak siap jika jatuh miskin. padahal harta itu adalah titipan Tuhan dan jika harta itu diambil lagi oleh Tuhan tentu kita harus siap.

Semoga ada manfaat mohon maaf atas segala kekurangan.

@Gading pantai 2010

Iklan

BELAJAR IHKLAS DARI GULA

Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan manisnya gula, tapi tahukah kita meskipun gula itu sering digunakan dalam aneka makanan dan minuman, tapi jasa gula sering kali dilupakan, dan karena gula sering memberi rasa dengan ikhlas maka nilai gula sangatlah tinggi atau mahal harganya. contoh

1. Gula dicampur air dicampur teh, yang disebut adalah teh atau teh manis

2. Gula dicampur kopi dicampur air yang disebut adalah kopi atau kopi manis

3. Gula dicampur kopi dicampur air dicampur moca yang disebut kopi moca

4. Gula dicampur dalam adonan roti kalau sudah jadi disebut roti

Tentu masih banyak lagi contohnya, meskipun gula tidak pernah disebut tapi gula tidak kehilangan kemuliaan, gula tetap saja dicari orang.

Banyak orang yang berusaha melakukan sesuatu dengan berbagai macam cara guna mendapatkan sebuah nama, tak jarang orang ingin agar namanya senantiasa disebut, selalu diperbincangkan, ingin dikenal dan dikenang, Namun banyak diantara mereka yang kecewa karena ketenaran yang dia dapat bersifat sementara, hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan para pahlawan dinegeri ini, mereka bertempur dan tidak memperdulikan kelak dikenang atau tidak, namun para pahlawan namanya tetap saja dikenang, mendapat nilai yang sangat tinggi atas jasanya dulu, yang telah dilakukan dengan ikhlas laksana gula.

Banyak contoh mereka yang ingin mendapat ketenaran dengan menipu masyarakat, berlagak alim, menjadi dermawan dadakan, menjadi orang yang palingi sosial, padahal mereka ingin mengincar jabatan tertentu, dan pada akhirnya banyak diantara mereka yang kecewa dalam permainannya itu, Masuk tahanan, stres bahkan ada yang sampai menjadi gila.

Berbuatlah sesuatu dengan ikhlas dan hanya berharap Ridho Tuhan, janganlah kita berfikir akan menjadi apa dikemudian hari, tapi berbuatlah dan terus berbuat niscaya buah dari hasil kerja keras itu akan bisa kita nikmati, nama kita akan dikenang jika dalam hidup kita melakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa pamrih.

Mohon maaf jika kurang berkenan

@gading pantai 2010

RENUNGAN:BELAJAR DARI INDUK AYAM

Jika diamati ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran dari Induk ayam, beberapa hal itu antara lain:

Pertama : Induk ayam ketika mengerami telurnya, dia tidak akan pergi kemana-mana hingga telurnya menetas, walaupun untuk itu dia harus menahan banyak godaan, kadang godaan itu datang dari ayam jantan, dan jika itu ada, maka induk ayam akan segera mengusirnya, selain itu juga adanya kutu yang gatalnya minta ampun, kalau orang jawa disebut “gurem”, nah meskipun begitu induk ayam akan terus berupaya menjaga suhu telur yang dieraminya, sebab jika ini tidak dilakukan bisa jadi telurnya akan gagal menetas.

Kiranya demikian juga dengan ibu kita, ketika beliau mengandung beliau akan berusaha menjaga agar anak yang dikandungnya nanti bisa lahir dengan baik dan normal, seorang ibu akan menjaga dari hal-hal bisa membahayakan kandungannya, beliau akan berusaha memberikan yang terbaik buat belahan hati yang tengah dikandungnya, sebab jika sembrono atau tidak hati-hati, maka bisa jadi nanti anak yang lahir tidak normal, bisa cacat fisik ataupun cacat mental.

Kedua Setelah telur-telur itu menetas, Induk ayam akan menjaganya, kemana dia pergi anak-anak ayam yang belum dewasa ini akan diajak serta, diajari cara mencari makan dll, dan jangan coba-coba mendekati ayam yang sedang menjaga anak-anak kecilnya ini, sebab bisa-bisa kita akan dihajarnya, lewat disampingnya aja, kita pasti akan dikejar, sebab dia kira kita akan mengganngu anak-anaknya. Hehehe…..

Nah kiranya kita juga demikian terhadap anak-anak kita yang masih kecil atau yang belum dewasa, haruskan kita kalah sama Induk ayam dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita, Induk ayam tadi seolah-seolah meberikan pesan kepada kita “ hi…anakku ini masik kecil, jangan diganggu-ganggu dong, mau dijual juga lakunya murah, mau disate juga dagingnya belom ada, biarlah anakku ini saya rawat dulu saya besarkan dulu, nanti kalau sudah besar dan dewasa mau dijual juga mahal, mau disembelih daginya sudah banyak” hehehe…….

Sama dengan anak-naka kita kalau masih kecil dan belom dewasa kemudia sudah digoda sana-sini, atau tergoda dengan ini dan itu, mungkin kita harus pake nasehat induk ayam tadi “Bang..bang….Anakku masih kecil, tolong jangan digangguin dulu, biar saya didik dulu, saya sekolahkan dulu, biar tercapai cita-citanya dulu, biar bisa mandiri dulu, hehehe dulu, nanti kalau sudah dewasa kamu mau nikahin juga silahkan, “

Ok-lah kalau begitu, anda bisa setuju atau tidak setuju dengan ulasan saya, mohon maaf semoga ada manfaat

@Gading pantai 122009

PERTIKAIAN BANGUNAN

Jika sebuah bangunan rumah tidak mau akur yang terjadi adalah bangunan tidak akan pernah menjadi sebuah bangunan yang bermanfaat, sebagai gambaran saja berikut saya lukiskan pertikaian itu :

Genting/ Atap Berkata : Akulah yang paling berjasa, aku telah melindungi kalian semua yang dibawah dari panas matahari dan guyuran air hujan, jika tidak ada aku maka kalian semua akan menderita.

Usuk/Reng kayu Tak terima dengan perkataan Genting/Atap lalu berkata : Enak saja kamu bilang seperti itu, Kamu bisa berada diatas itu karena kamu menumpang dipunggungku, coba kalau tidak ada aku kamu mau menempel dimana, Justru akulah yang paling berjasa, sebab selain sebagai tumpuhan Genting/atap tubuhku dimana-mana di paku, di ikat.

Tiang tak mau kalah diapun dengan lantang bilang : Kalian semua tak ada gunanya tanpa saya, justru sayalah yang paling berat menanggung beban kalian, kalian jangan merasa paling berjasa sebab tanpa saya kalian tidak ada gunanya.

Pondasi mendengar percakapan yang diatasnya pondasipun marah : dengan nada keras pondasi bilang “kalian semua tidak akan bisa berdiiri tanpa saya, sayalah yang pertama dibuat dan karena itu jasa kalian tidak akan sebanding dengan apa yang telah saya lakukan, dengan menjadi tumpuan kalian semua paham kalina “

hehehe…….repot kan kalau sebuah bangungan merasa paling penting dan bertikai, karena sesungguhnya bangunan bisa kuat karena semua bersatu dengan menjalankan fungsi masing-masing dengan baik, Pondasi tak ada artinta tanpa ada bangunan diatasnya, tiang juga tak akan bisa berdiri tanpa pondasi dan bangunan yang lain, begitu juga dengan atap dll.

Nah bangunan itu bisa Negara ini bisa juga keluarga kita, Jika ingin kuat jangan sekali-kali merasa yang paling berjasa, dalam keluarga harus kompak, harus bisa menjalankan fungsi masing-masing tanpa harus mengungkit-ungkit prestasi yang telah kita buat, karena jika anak sukses maka itu kesuksesan keluarga, suami berhasil itu juga keberhasilan keluarga, istri yang pandai serta bijaksana adalah kebanggan keluarga dll……..jadi jangan sok menjadi yang terbaik hehehe…..

@Gading pantai 2009, mohon maaf jika banyak kekurangan

RENUNGAN LAMPU PADAM

Malam itu ketika sedang asyik nonton sepak bola tiba-tiba “pet” lampu mati, tentu saja seisi rumah jadi gelap gulita, saya mencoba untuk berjalan keluar rumah, tapi baru beberapa langkah “prang” tanpa sengaja kakiku menendang kaleng kue, meskipun saya sejak kecil terlahir dirumah itu, namun saya tetap berjalan perlahan-lahan sambil tanganku berusaha mengapai-gapai supaya saya tidak terbentur , kemudian saya berusaha menuju meja untuk mengambil handphone, dan berkat sinar handphone itu saya bisa keluar dari rumah dengan mudah. Dari kejadian itu ada beberapa hal yang bisa saya pahami.

PERTAMA
Ketika lampu padam dan saya hendak melangkah kaki saya menendang kaleng kue : ini tentu sama saja dengan suasana batin dan pikiran kita, disaat hati sedang gundah dikala pikiran sedang kalut “gelap” jangan mudah mengambil keputusan, sebab keputusan itu akan berdampak kurang baik bagi kita.

KEDUA
Meskipun saya terlahir dan besar dirumah itu namun dalam suasana gelap tetep saja saya harus berjalan perlahan dan hati-hati, ..kita tidak bisa bicara soal profesionalisme kita tidak bisa bicara soal kompetensi apapila diri kita telah dikuasai ketidaktenagan, suntuk, emosi dll, sebab semua pengalaman kita pasti tidak akan berguna, meskipun bidang itu sudah kita tekuni selama bertahun-tahun, tak ada masalah yang bisa dipecahkan dengan pikiran dan hati yang tidak tenang “gelap”, hati-hatilah jika marah dan belajarlah mengendalikan emosi yang berlebihan.

KETIGA
Meskipun dengan cahaya dari handphone yang lemah, tapi itu cukup untuk menuntun saya keluar dari rumah, artinya dalam suasana batin dan pikiran yang tidak menentu kita hendaknya punya tempat bergantung, tempat untuk mengadu, tempat untuk mencurahkan segala permasalahan kita, sebelum kita mengambil keputusan, dan tempat itu bisa keluarga kita, teman atau sahabat kita, Namun sebaik-baiknya tempat mengadu adalah TUHAN Yang Maha Kuasa, dan sebaik-baiknya cahaya dalam diri ini adalah Iman yang senantiasa kita jaga.

@Gading pantai 2009

HILANGNYA HATI NURANI

Sebagian besar dari kita adalah manusia yang beragama, dan tak satupun agama yang ada dibumi ini mengajarkan hal-hal yang buruk, namun kenyataannya banyak manusia yang berprilaku merusak, ada beberapa hal yang mendasari mengapa mereka melakukan perbuatan itu semua, dari sekian banyak faktor akan saya tulis beberapa saja :

PERTAMA
Kita ini sering meminta hak kita sebagai manusia tanpa memperdulikan kewajiban kita sebagai hamba Tuhan, sering kita mengadu kepada Tuhan disaat kita dirundung masalah, wah…kalau sudah kena musibah tuh…dekeeeeettt banget sama Tuhan, setiap saat disebut setiap saat diingat, tapi giliran kita ini sudah lepas dari masalah sayonara kita sama Tuhan, Jika kita tidak pernah pergi ketempat Ibadah itu artinya kita nggak berusaha mendekat kepada Tuhan, dan kalau kita sudah jauh sama Tuhan niscaya perbuatan kita akan sulit untuk kita kontrol.

KEDUA
Setiap Agama itu mempunyai Kitab suci, dan semua kitab suci mengajarkan kebaikan, celakanya kita ini sering baca ayat suci, mendengar ayat suci tapi malah kita langgar ayat itu, ayat suci bilang jangan perbuat jahat tapi kita malah berbuat jahat, ayat suci bilang berbuatlah baik tapi kita malah suka membuat keributan, nah matinya hati nurani kita itu disebabkan karena ayat yang kita baca, ayat yang kita yakini kebenarannya tapi justru malah sering kita langgar dan kita injak-injak sendiri.

Tentu masih banyak hal lain yang menjadi penyebabnya, namun sedikit ini semoga bisa membawa manfaat, mohon maaf atas segala kekurangan.

@Gading pantai 8/12/2009

CELOTEHAN TUNAWISMA

Anakku………
Ibu mohon maaf, hari ini lupa untuk tanya tanggal dan hari pada pak guru
Ibu sedih karena kertasmu akan kosong tak ada tulisan untuk pengingat
Bangunlah anakku…Ibu bawakan makanan pagi buatmu.

Anakku……..
Lihatlah angin ini, begitu setia menemani kita
Terkadang dia jahat dengan tiupan kerasnya
Tapi…sering kali angin berbuat baik….
dengan mengeringkan keringat ibu.

Anakku…..
Disaat matahari terbit, itulah mimpi kita yang sebenarnya
Kita hidup susah dan tidak bisa berbuat apa-apa
mungkin sebagian dari mereka siang hari adalah harapan
sedang malam hari adalah impian, tapi kita bukan mereka anakku.

Anakku……
Ketika hari mualai malam, itulah kehidupan kita yang sebenarnya
Kita bisa makan enak, naik pesawat, jadi pejabat, punya mobil mewah
Malam hari adalah hal terindah dalam hidup kita.
Apapun bisa kita wujudkan dalam mimpi kita

Anakku…..
Segeralah tidur dalam belaingan Ibu dan semilir angin malam
Mimpilah yang paling indah anakku…..
Jadilah engkau seorang presiden ……
Esok pagi Ibu akan tersenyum bangga padamu…
Meskipun Putra Ibu hanya jadi pemimpin semalam.